
22 November 2015
Korea Selatan dan Indonesia membahas hal keuangan dan tanggung jawab
terkait kemitraan untuk menghasilkan project Korea Fighter Experimental
(KFX). Korea Selatan saat ini berada pada “tahap akhir” negosiasi
dengan Indonesia untuk pengembangan program jet tempur dan hasilnya
mungkin akan datang awal minggu depan. Kim Si-cheol, juru bicara
Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengatakan pada
konferensi pers bahwa “hasilnya mungkin awal minggu depan.” Indonesia dan Korea Selatan menandatangani perjanjian awal bulan lalu di
mana Indonesia akan menanggung 20 persen total biaya pembangunan untuk
proyek KF-X dengan imbalan 50 pesawat. Proyek ini diharapkan sudah
menghasilkan pesawat tempur pada tahun 2025. Media Indonesia telah
melaporkan sebelumnya bahwa total biaya yang ditanggung Jakarta untuk
berbagi proyek KF-X adalah sekitar US $ 1,5-2 milyar. Seoul mengikat dan meyakinkan Jakarta pada project KFX, setelah AS menolak untuk menyetujui transfer empat teknologi kunci. Lockheed Martin sebelumnya pernah menawarkan kesepakatan 25 transfer
teknologi yang diimbangi dengan pembelian 40 pesawat siluman F-35
Lightning II oleh Korea Selatan.
Untuk transfer sisa 21 teknologi standar, Korea Selatan saat ini sedang dalam diskusi dengan perusahaan Lockheed Martin di Seoul.
Untuk transfer sisa 21 teknologi standar, Korea Selatan saat ini sedang dalam diskusi dengan perusahaan Lockheed Martin di Seoul.
0 Response to "Indonesia Harus Menyiapkan $ 2 Milyar Untuk Project KF-X"
Posting Komentar