
22 November 2015
Jakarta - Pilot dan pesawat tempur di Pangkalan Angkatan Udara Hill
siap kapan saja ditugaskan untuk bertempur, tetapi Anda mungkin akan
terkejut bahwa di pangkalan ini pesawat F-16 juga disiapkan bertempur
untuk negara lain. Dari Pakistan ke Polandia, dari Thailand ke
Oman, dari Bahrain hingga Singapura, 24 negara telah membeli jet tempur
F-16 dari Amerika Serikat. “Hari ini kita telah melihat banyak
negara yang berminat untuk membeli F-16,” kata Greg Brown, Wakil
Direktur Program F-16, yang memiliki wilayah kerja di pangkalan angkatan
udara Hill dan Wright-Patterson di Ohio.
Di landasan, dari dalam
hanggar di pangkalan Hill pekan lalu, ditampilkan pesawat tempur F-16
untuk Indonesia, yang telah membeli lebih dari dua puluh pesawat, dengan
harga yang dilaporkan di kisaran $ 700 juta. “Tergantung
spesifikasinya, apakah itu F-16 baru, pesawat bisa seharga antara $
60-70 juta,” kata Pamela Lee, Kepala Cabang Internasional F-16. F-16 telah dijual ke negara-negara yang stabil dan demokratis seperti
Belgia, Denmark dan Norwegia. Tapi F-16 juga telah dijual ke negara yang
dilanda kekerasan dan kekacauan politik. F-16 baru saja dijual
ke Irak, di mana ISIS masih mengontrol sebagian besar kota, Irak mungkin
akan mendapatkan 36 pesawat tempur F-16. Pada bulan September, Irak
dilaporkan telah menggunakan F-16 untuk menjatuhkan bom pada sasaran
ISIS. F-16 juga telah dijual ke Mesir, dimana masih ada protes,
pergolakan politik, dan kudeta, meskipun Departemen Luar Negeri kemarin
pernah menghentikan penjualan F-16 selama dua tahun. Tapi apa yang menjadi jaminan bahwa pesawat militer Amerika tidak akan jatuh ke tangan musuh? Dalam wawancara di Hill dengan juru bicara Departemen Luar Negeri,
terungkap bahwa pembeli harus menyetujui pemantauan penggunaan F-16 dari
AS, dan F-16 juga tidak dapat dijual kembali tanpa persetujuan AS.
Apabila dilanggar Amerika Serikat dapat menghentikan dukungan teknis dan
suku cadangnya. Dia mengatakan penjualan F-16 berarti negara pembeli bersedia bersama-sama berbagi beban menjaga keamanan global. Pesawat tempur bagaimanapun juga pernah jatuh ke tangan musuh. Pada 1970-an, Iran berbalik dari negara sahabat menjadi musuh.
Iran mungkin masih memiliki pesawat tempur F-4, F-5 dan F-14 yang mungkin berasal dai pangkalan Hill.
Iran mungkin masih memiliki pesawat tempur F-4, F-5 dan F-14 yang mungkin berasal dai pangkalan Hill.
0 Response to "F-16 Dan Dilema Embargo"
Posting Komentar