
22 November 2015
Jakarta - Korea Selatan mengaku telah dalam tahap akhir negosiasi
dengan Indonesia tentang kemitraan pada program pengembangan jet tempur
KF-X dan hasil dari negosiasi ini kemungkinan akan dicapai minggu depan. “[Negosiasi bilateral] dalam tahap penyelesaikan,” kata Kim Si-cheol,
juru bicara Defense Acquisition Program Administration (DAPA) pada
konferensi pers Kamis 19 November 2015 dan dikutip defensenews.in.
“Hasilnya mungkin akan ada awal minggu depan.” Indonesia
sebelumnya telah sepakat dengan Korea Selatan untuk menanggung 20 persen
dari biaya untuk Korea Fighter Experimental (KF-X) yang di Indonesia
disebut Indonesia Fighter Experimental (IF-X). Dengan investasi
tersebut, Indonesia akan membawa pulang 50 pesawat baru. Negosiasi terbaru akan menentukan secara spesifik dari kemitraan
termasuk persyaratan keuangan dan tanggung jawab lainnya. Setelah
kesepakatan didapat DAPA berencana untuk memulai proyek. aProyek
ini telah terhenti setelah AS menolak untuk menyetujui transfer empat
teknologi utama yang dimiliki Lockheed Martin. Empat teknologi yang
radar active electronically scaned array (AESA), Infra Red Search and
Track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP) dan radio
frequency (RF) jammer. Empat teknologi merupakan bagian dari 25
teknologi penerbangan yang AS tawarkan sebagai kompensasi keputusan
Korea Selatan untuk membeli 40 jet F-35 Lightning II tahun lalu. Untuk transfer 21 teknologi Korea Selatan saat ini sedang dalam diskusi dengan Lockheed, kata Kim
0 Response to "Negosiasi Jet Tempur KF-X Memasuki Tahap Akhir"
Posting Komentar