Presiden Rusia
Vladimir Putin bersumpah akan mengintensifkan serangan udaranya terhadap
ISIS di Suriah dan akan melakukan pencarian besar-besaran terhadap
teroris yang menanam bom di pesawat Kogalymavia bulan lalu. Pernyataan
ini datang menyusul konfirmasi Rusia pada Selasa (17/11) bahwa pesawat
Airbus A321 itu jatuh akibat bom.
“Kami akan menemukan mereka di mana pun di atas bumi dan menghukum mereka,” kata Putin.
Pesawat Kogalymavia jatuh di Sinai, Mesir, 31 Oktober lalu, menewaskan
224 penumpang dan kru. Sebelum hari ini, Rusia selalu berusaha menampik
bahwa teroris yang menyebabkan pesawat itu jatuh, menyerukan agar tak
mengambil kesimpulan hingga penyelidikan selesai. Sedang intelijen Barat
telah lama mengindikasikan bahwa pesawat nahas itu jatuh karena
ditanami bom.
Empat hari setelah serangan Paris, Kremlin merilis
video berisi Alexander Bortnikov, kepala FSB, mengatakan dalam sebuah
rapat pada Senin malam, bahwa materi ledakan ditemukan di fragmen
pesawat dan di barang-barang milik penumpang.
“Menurut analisis dari
ahli kami, sebuah bom buatan yang terdiri dari 1 kilogram TNT
diledakkan selama penerbangan, menyebabkan pesawat pecah di udara, yang
menjelaskan mengapa badan pesawat tersebar sangat jauh,” kata Bortnikov.
“Kami bisa mengatakan dengan tegas bahwa ini adalah ulah teroris,” lanjutnya.
Militan Sinai yang berafiliasi dengan ISIS mengklaim bahwa mereka yang
menjatuhkan pesawat dengan rute Sharm el-Sheikh ke St. Petersburg itu
tak lama setelah pesawat jatuh.
Balas dendam
Putin, dengan
setelan berwarna hitam memimpin Kremlin mengheningkan cipta untuk
mengenang para korban. Ia memerintahkan kepala keamanan dan militer
bahwa insiden ini merupakan salah satu kejahatan terburuk dalam sejarah
modern Rusia.
“Tugas angkatan udara kita di Suriah tidak bisa hanya
dilanjutkan,” ujar Putin. “Ini harus diintensifkan sedemikian hingga
para penjahat mengerti bahwa pembalasan tidak bisa dielakkan.”
Putin mengatakan ia berharap kepala militer memberinya proposal spesifik soal bagaimana Rusia meningkatkan serangannya.
Rusia memulai serangan udara di Suriah akhir September, mengklaim ISIS
sebagai target utama, namun kenyataanya juga menyasar kelompok
pemberontak moderat yang didukung oleh Barat, yang melawan Presiden
Suriah Bashar al-Assad.
“Kita harus melakukan ini tanpa pembatasan
dan kita harus mencari tahu semua nama mereka,” kata Putin, menyerukan
hak Rusia untuk pertahanan diri di bawah Piagam PBB.
“Siapa pun yang
mencoba untuk membantu penjahat harus tahu bahwa konsekuensi untuk
mencoba melindungi mereka akan berada sepenuhnya di pundak mereka.”
0 Response to "Prancis Dapat Teman, Putin Berjanji Balas Dendam"
Posting Komentar